MPASI 6m+ : Edisi Versus


Sebagian besar masyarakat percaya anjuran pemberian mpasi (makanan pendamping ASI) dimulai saat bayi berumur 6 bulan. Meskipun ada pula yang memberi mpasi sebelum 6 bulan dan ada yang menunda pemberian mpasi hingga beberapa bulan ke depan. Masing-masing punya alasan. Tidak ada salahnya menghargai perbedaan. Namun tetap carilah informasi mana yang terbaik untuk anak.

Sebelum Arfan waktunya mpasi, mak nya ini sudah heboh cari referensi. Banyak pilihan jenis maupun metode. Mulai dari mpasi instan vs mpasi homemade, metode blw (baby led weaning) vs aliran bubur dan puree, juga menurut diet (pola pemberian menu) WHO vs food combining. Pastinya masing-masing memiliki keunggulannya masing-masing.


Mpasi Homemade vs Mpasi Instan
Mpasi homemade artinya adalah mpasi yang dibuat/dimasak sendiri. kelebihan mpasi homemade tentu saja lebih segar dan lebih kaya citarasa. Perpaduan aneka ragam bahan makanan bisa lebih fleksibel dipilih. Aman atau tidak, cukup gizi atau tidak, bersih atau tidak, bebas bahan tambahan pangan atau tidak, tergantung kita sebagai ibu yang membuat, memasak, dan menyimpannya. Memilih memberi mpasi homemade sangat bagus, tetapi ada baiknya mempelajari juga ilmunya (mengenal bahan, gizi/kandungan makanan, cara memasak dan menyimpan, dll) agar asupan makanan anak halal, bergizi, dan aman.
Bagaimana dengan Mpasi instan? Ada beberapa pertimbangan tentang pemberian mpasi instan. Misalnya ada yang memberikan karena dalam situasi khusus (seperti dalam perjalanan sehingga tidak bisa membuat yang homemade, dll). dr Rouli Nababan, SpA dalam grup Room for Children pernah menjelaskan tentang pemberian mpasi instan. Ternyata ada sebagian masyarakat yang tidak memberikan mpasi dengan gizi yang cukup kepada anaknya. Faktor penyebabnya bisa alasan ekonomi ataupun kekurangtahuan. Memang ada ibu yang memberikan jenis makanan yang sama kepada anaknya setiap hari, yang penting anak makan dan kenyang. Bila hal ini terus terjadi, maka asupan gizi anak bisa kurang atau tidak lengkap sehingga mempengaruhi pertumbuhannya. Mpasi instan sudah diberi tambahan berbagai zat gizi sesuai AKG, sehingga memungkinkan anak tercukupi kebutuhan gizinya.
Sekali lagi, ini adalah pilihan. Bisa memberikan yang terbaik untuk anak adalah kebahagiaan setiap ibu^^

Metode BLW vs Aliran Puree
Apa itu BLW?
Saya copy dari grup Baby Led weaning (BLW)

Baby-Led Weaning (BLW) adalah memberi kesempatan anak Anda makan sendiri sejak awal proses penyapihan (Gill Rapley, 2008).
Menurut penelitian terbaru, kebanyakan bayi meraih makanan di sekitar usia enam bulan, yang juga merupakan waktu yang ibu didorong untuk menyapih sesuai dengan pedoman WHO.
Yang dimaksud menyapih di sini bukan menghentikan pemberian ASI seketika, tapi mulai mengurangi porsi ASI secara bertahap dan menambahkan porsi makanan sedikit demi sedikit, atas 'kehendak' bayi.
Keuntungan mulai menyapih sekitar enam bulan adalah bahwa pada saat itu, tahapan perkembangan anak-anak kita mampu makan sendiri makanan yang tepat, dengan kata lain - tidak perlu bubur!
Anda hanya perlu memberi mereka sepotong makanan sesuai ukuran dan jika mereka menyukainya mereka makan dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan makan.
Itulah esensi dari Baby Led Weaning. Tidak ada purees, nampan cetakan es batu untuk membekukan purees, tidak ada food processor, tidak ada bubur bayi, tidak ada buah aneh dan campuran sayuran  hanya Anda dan anak Anda, makan makanan yang Anda nikmati bersama Anda dan keluarga Anda. (dirangkum dari http://www.babyledweaning.com/)
Jadi, jelas ya apa itu metode BLW? Kalau aliran puree?
Nah, kalau yang ini lebih kepada pemberian makanan kepada anak dengan pentahapan tekstur. Mulai dari bubur lembut (yang diblender), bubur saring, tim, hingga makanan keluarga pada umumnya. Begitu juga dengan kekentalan bubur lembut, mulai agak encer sampai kental (patokan saat sendok dibalik/miring makanan tidak langsung tumpah). Pentahapan ini sebenarnya tidak saklek. Bisa disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak. Upayakan read your baby untuk tahu kemampuan makannya :)

Diet WHO vs Diet Food Combining
Saya copy dari grup Homemade Healthy Baby Food tentang pemberian mpasi menurut WHO

Variasi keberagaman makanan : bayi langsung dikenalkan pada aneka makanan sumber karbohidrat; sayuran; protein nabati; protein hewani dan buah sejak awal mpasi. Pemberian karbohidrat dulu; didasarkan pada pertimbangan masih banyaknya bayi yang kurang nutrisi/gizi. Dan karena adanya kekurangan asupan zat besi; maka pemberian daging merah bisa mulai dilakukan sejak awal MP-ASI.
Sedangkan mpasi menurut diet food combining (dicopy dari grup yang sama)

Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna. Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah.
Setelah buah-buahan segar, secara bertahap pencernaan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain, yaitu pati (nasi,kentang,dan makanan pokok lainnya) serta serat (beragam sayur-sayuran).
Bahan makanan sumber protein baik yang hewani maupun nabati diperkenalkan paling akhir karena proses pencernaan sumber protein hewani terutama daging sapi dan daging ayam cukup rumit.

Keberagaman makanan adalah kunci gizi seimbang. Karena tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua gizi. Mpasi boleh dimulai dengan bubur serealia (WHO) atau puree buah (FC). Yang penting, secepatnya kenalkan bahan makanan yang bervariasi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya terus meningkat.

Diantara semua perbedaan tersebut, saya memilih aliran poros tengah (apa pula ini? hehe). Saya hampir menggunakan semua metode mpasi di atas, menyesuaikan situasi dan kondisi. Kecuali untuk pilihan jenis, saya cenderung memberi Arfan mpasi homemade daripada mpasi instan. Hanya di saat-saat tertentu saja saya berikan yang instan. Mengapa?

Sebagai orang dewasa, kita pun pasti akan memilih makan makanan yang segar kan? Sesekali makan yang instan bolehlah, pun tidak setiap hari. Ternyata, Arfan juga lebih lahap makan mpasi homemade. Mungkin karena citarasanya lebih bervariasi. Jadi tidak bosan. Mpasi instan beragam juga jenisnya, tapi setelah saya cicipi citarasanya tidak jauh berbeda.

Saya pun menggabungkan metode blw dan aliran puree. Karena kemampuan 'makan sendirinya' belum terlalu baik, sementara keluarga (ayah, nenek, kakek) khawatir sekali Arfan 'mengurus'. Jadilah saya ambil jalan tengah saja.

Kalau untuk diet atau menunya, saya kebetulan mengikuti metode food combining. Saya mengikuti menu di buku Makanan Bayi Sehat Alami tulisan pak Wied Harry. Seperti yang tertulis sebelumnya, sebenarnya tidak masalah mau mengikuti diet yang mana. Yang penting pemberian mpasi dengan aneka ragam bahan pangan.

Salam.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

saya juga poros tengah.. :)

Poskan Komentar